Senin, 12 Oktober 2015

Grafologi, Cara Mengontrol Anak Apakah Suka Berkata Bohong Atau Tidak

Kejujuran Adalah Karakter Utama Dan Pertama Dalam Pertemanan Atau Bermitra Bisnis

Kejujuran dalam pergaulan atau bermitra bisnis adalah hal yang sangat penting untuk kelanggengan pertemanan dan bermitraan. Kejujuran hendaknya dibentuk dan dibimbing semenjak masih kecil, sehingga ketika dewasa sudah menjadi karakter sebagai orang yang jujur, berkata benar dan tidak berkata bohong.
Untuk membimbing anak menjadi anak yang jujur, berkata benar, ada beberapa yang harus dilakukan, yaitu :

• Pemahaman Arti kejujuran

Jujur adalah perbuatan baik dan karakter awal yang harus dimiliki dalam pergaulan. Dengan jujur orang lain akan percaya kepada kita. Berikan contoh terbaik, manusia yang paling menjaga kepercayaan orang lain, yaitu Nabi Muhammad SAW. Karena kejujuran dan selalu berkata benar, Beliau mendapat gelar dari kaum Quraisy, yaitu Al Amiin, orang yang sangat bisa dipercaya. Beliau dipercaya untuk menyelesaikan perselisihan antar kafilah dalam pemindahan batu Hajar Aswad ke tempat semula di Ka’bah. Beliau juga mendapat kepercayaan penuh untuk memimpin perniagaan besar milik saudagar kaya raya Khodijah.
Untuk menjadi orang yang jujur, semenjak masih kecil dibiasakan berkata benar, beri anak kesempatan berkata apa adanya dan sebagai orang tua tidak langsung memarahinya walau yang dilakukan anaknya tersebut tidak benar. Baru setelah menceriterakan apa adanya, sebagai orang tua mengucapkan terimakasih atas kejujurannya tersebut dan setelah itu memberi masukan atau nasehat bahwa perbuatannya tidak benar dan tidak boleh dilakukan kembali. Orang tua juga harus memberikan contoh berkata benar dan menepati janji baik ketika dengan orang lain dan juga kepada anaknya.

• Beri anak pujian atas kejujurannya

Beri anak pelukan dan pujian atas kejujurannya mengakui kesalahan dirinya. Bangunkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perbuatanya.

• Beri rasa aman untuk berkata benar

Ketika anak berkata bohong karena takut dimarahai, janganlah langsung memarahinya. Tapi, berikanlah pelukan dan cinta kasih Anda pada anak. Sehingga anak akan merasa nyaman dengan Anda. Hingga dia pun akan mencoba untuk tidak berkata bohong lagi.

• Pendidikan agama

Menanamkan pendidikan agama sejak kecil merupakan cara terbaik untuk mengajarkan kejujuran. Banyak sekali pelajaran agama yang berkaitan dengan perilaku jujur dan memberikan pengertian bahwa berbohong itu perbuatan dosa yang sangat tidak disukai oleh Allah. Pembekalan seperti ini sangat penting untuk mengajarkan anak agar selalu berkata jujur.

• Berkumpul dengan teman yang jujur

Jika teman-teman anak Anda berbohong dan menipu, kemungkinan besar bahwa anak Anda pun akan seperti mereka. Tapi kalau teman-teman anak Anda terhormat dan jujur, maka putra atau putri Anda akan cenderung menjadi sama. Ajarkan anak Anda untuk bergaul dengan anak-anak lain yang jujur dan dapat dipercaya.
Namun seiring bertambahnya usia, anak tumbuh besar dan pergaulan semakin luas, sedangkan intensitas komunikasi semakin berkurang, orang tua harus tetap menjaga dan mengontrol agar anaknya tetap dalam kejujuran, berkata benar dan tidak suka berbohong.
Orang tua perlu mempunyai alat kontrol apakah anaknya berkata jujur atau suka berbohong. Ada beberapa uji misalkan dengan melihat respon dia saat ditanya, body language, atau dengan melihat gerakan bola mata ketika menjawab pertanyaan, atau dengan melihat tulisan tangannya (grafologi).
Dengan melihat tulisan tangan anaknya, oang tua bisa mengetahui karakter anaknya apakah suka berbohong atau tidak, tanpa melakukan tes tanya jawab langsung (face to face). Dengan analisa tulisan tangan juga si anak tidak merasa dirinya sedang di awasi atau merasa dirinya sudah mulai tidak dipercaya lagi orang tuanya.

Trait Deceptiveness

AlphaGraphologyCenter.com - Jasa Grafologi untuk mengenal karakter diri, potensi diri,kekuatan dan kelemahan,bakat,minat,kepribadian, pilih jurusan sekolah,pilih karier pekerjaan,berdasarkan analisa tulisan tangan dan analisa tanda tangan.

Apa saja tanda-tanda tulisan tangan (trait) yang menunjukkan orang suka berbohong atau tidak? Dalam grafologi ada beberapa trait yang menunjukkan karakter orang suka berkata bohong atau tidak, salah satunya adalah deceptiveness.
Orang yang tulisan tangannya mempunyai trait deceptiveness mempunyai karakter dia berusaha dengan cara berkata bohong, menipu atau bermain curang dalam mencapai tujuannya. Untuk melindungi dirinya dari serangan atau pertanyaan-pertanyaan tentang dirinya, dia suka berkata berbohong, beda apa yang dia lakukan dengan yang dia ucapkan. Banyak mencari alibi yang digunakan untuk menyelamatkan dirinya.
Terhadap orang ini sebaiknya harus hati-hati bila berteman dengannya dan hindari bermitra bisnis dengan orang deceptiveness ini. Sangat beresiko melakukan kerjasama atau perjanjian dengan orang ini.
Apabila diketahui tulisan anak ada trait deceptiveness, orang tua perlu segera membimbing anaknya dengan pendidikan agama yang kuat agar kembali jujur, berkata benar, tidak berbohong.


Keep Your Handwriting

Alpha Graphology Center

http://www.AlphaGraphologyCenter.com


Graphology center, konsultan grafologi, mengetahui kepribadian, jasa analisa tulisan tangan, mengetahui bakat, mengenal karakter diri, pilih jurusan sekolah, pilih karier pekerjaan, tanda tangan, mengetahui kekuatan dan kelemahan diri, homeschooling,home education,sekolah di rumah,unschooling

Continue Reading…
Jumat, 02 Oktober 2015

Allah Ciptakan Manusia Beserta Dengan Fitrah Potensinya

Maha Karya Cipta Tuhan Yang Maha Sempurna

By Ayah Edy

Link video

AlphaGraphologyCenter.com - Jasa Grafologi untuk mengenal karakter diri, potensi diri,kekuatan dan kelemahan,bakat,minat,kepribadian, pilih jurusan sekolah,pilih karier pekerjaan,berdasarkan analisa tulisan tangan dan analisa tanda tangan.

Waktu mereka usia 6 atau 7 tahun setiap kali diajak untuk belajar membaca dan menulis mereka tidak semangat dengan berbagai macam alasan, saat mereka diberikan PR yang harus menulis dan membaca tidak dikerjakan, saat di berikan buku tulis, isinya gambar disana-sini.
Bagi orang yang awam (meskipun sering kali sudah pengalaman puluhan tahun mengajar) anak-anak seperti ini langsung dianggap anak bermasalah, bandel dan tidak bisa mengikuti pelajaran sekolah.
Padahal sesungguhnya mereka bukanlah anak-anak yang bermasalah, bandel, pembohong atau tidak mengikuti pelajaran sekolah tapi sekolahnyalah yang tidak memberikan mereka ruang untuk belajar sesuai fitrah potensi emas bawaan lahir mereka.
Merekalah anak-anak yang di desain oleh Tuhan untuk menjadi para seniman-seniman hebat dan bukan sebagai penulis dan pekerja.
Tapi sayangnya karena ke awaman kita akan potensi emas anak-anak yang luar biasa ini, akhirnya mereka malah banyak yang diterapi dan dikeluarkan dari sekolah.
Inilah anak-anak yang lebih dominan otak kanannya dari pada otak kirinya, yang menurut catatan sejarah, kebanyakan dari mereka kelak setelah dewasa menjadi para seniman hebat dan ilmuan terkemuka dunia.
Setiap anak sesungguhnya adalah MAHAKARYA dari Sang Pencipta, jadi sesungguhnya bukan mereka yang bermasalah malainkan kita yang tidak paham akan Mahakarya Ciptaan Tuhan tersebut.
Mari kita renungkan, dan mari kita sadari agar tidak ada lagi anak-anak dan murid-murid yang menjadi korban dari keawaman kita akan potensi emas yang terpendam dalam diri mereka.

*****

Kenali karakter diri sejak dini. Jangan buang umur karena salah pilih sekolah atau profesi yang tidak sesuai karakter diri. Kenali karakter diri salah satunya dari tulisan tangan (grafologi).

Semoga bermanfaat

AGC - Jasa Grafologi

Continue Reading…
Rabu, 30 September 2015

Untuk Apa Mengetahui Karakter Sejak Dini ?

Kenali Karakter Diri Sejak Dini

“Brak …!” suara pintu dibanting keras Andi pulang dari sekolah, kemudian mengunci pintunya. Ibunya kaget dan menghampiri kamar Andi dan mengetuk pintu minta dibuka, tapi Andi tetap diam di kamar tidak mau membukakan pintu kamar untuk ibunya. Setelah selesai makan malam, ibunya bertanya “ Ada apa, tidak biasanya pulang sekolah marah-marah banting pintu kamar dan menguncinya?”. Pertanyaan ibunya tersebut tidak langsung di jawab, Andi hanya diam saja. Dengan berbagai cara ibunya ingin mendapat jawaban. Akhirnya Andi menjawab sambil marah “Aku di panggil wakil kepala sekolah karena belum bayar SPP. Aku malu, Bu!”. Ibunya baru ingat kalau dirinya lupa memberikan uang SPP kepada Andi.
Ibu Andi menceriterakan peristiwa tersebut kepada kami. Ibunya sama sekali tidak mengerti atas reaksi anaknya ketika di panggil wakil kepala sekolah karena terlambat membayar uang SPP. Sedangkan wakil kepala sekolah tersebut adalah tetangganya sendiri yang sering ketemu di komplek perumahannya. Kemudian Ibu Andi membawa sampel tulisan tangan anaknya yang ia ambil (merobek) dari buku catatan lama sekolah Andi yang sudah tidak dipakai lagi.
Dari sampel tulisan tangan tersebut, ada trait ‘Need For Involement’. Orang yang mempunyai trait demikian mempunyai karakter orang yang sangat tertutup terhadap orang lain. Orang lain tidak boleh tahu apa yang terjadi dengan dirinya. Selain itu orang ini tidak bisa menghadapi masalah sendirian, sangat bergantung kepada orang-orang terdekatnya. dia sangat membutuhkan perlindungan keluarga atau orang-orang terdekatnya. Dia mungkin sangat malu atau terlalu khawatir peristiwa tersebut diketahui dan teman-teman lainnya mengingat wakil kepala sekolahnya adalah tetangganya sendiri. Bila ini terus berlanjut hingga dewasa, ketika bekerja dia sangat bergantung orang lain, setidaknya ada satu teman dekat yang selalu bersamanya.
Demkian karakter dari orang yang mempunyai trait need for involement. Terus untuk apa kita mengetahui karakter diri saat ini? Apa manfaat dari mengetahui karakter diri?
Sangat penting. Dengan mengetahui karakter diri kita bisa tahu atau mengingat masa lalu kita, apa yang harus dilakukan masa kini dan harapan apa kita di masa depan.


AlphaGraphologyCenter.com - Jasa Grafologi untuk mengenal karakter diri, potensi diri,kekuatan dan kelemahan,bakat,minat,kepribadian, pilih jurusan sekolah,pilih karier pekerjaan,berdasarkan analisa tulisan tangan dan analisa tanda tangan.
Kenali karakter diri sejak dini untuk mengingat masa lalu, tindakan hari ini untuk masa depan lebih baik

Manfaat Mengetahui Karakter Diri Sejak Dini


Masa lalu

Setiap orang hidup mempunyai masa lalu yang berbeda-beda, walau lahir kembar dan tinggal dan dididik dalam keluarga atau orang yang sama. Dengan mengetahui karakter hari ini, kita bisa mengingat atau mengetahui kejadian, peristiwa, perlakuan masa lalu yang melatarbelakangi timbulnya karakter tersebut. Untuk karakter-karakter negatif, dengan mengetahui peristiwa yang melatarbelakangi, hal ini sangat bermanfaat untuk bahan introspeksi dan memperbaiki diri. Dan begitu juga, dengan mengetahui latar belakang timbulnya karakter positif, sehingga akan latar belakang tersebut akan diteruskan dan di sebarkan kepada orang lain.

Masa kini

Dengan mengetahui karakter saat ini, maka akan mempermudah dan memperjelas arah tindakan yang akan dilakukan untuk menghentikan atau mengurangi karakter negatif dan mengembangkan karakter positifnya. Ini adalah masa titik awal untuk masa depan yang lebih baik.

Masa depan

Dengan adanya usaha perbaikan hari ini, diharapkan karakter-karakter negatif yang akan menimbulkan masalah di masa depan tidak terjadi. Dan juga terhadap karakter-karakter negatif yang akan menghambat karakter positif dirinya bisa dihilangkan atau dikurangi. Dan semoga dengan mengetahui karakter diri hari ini, hidup di masa depan hidup besar dengan passionnya.

Keep Your Handwriting

Alpha Graphology Center

http://www.AlphaGraphologyCenter.com


Graphology center, konsultan grafologi, mengetahui kepribadian, jasa analisa tulisan tangan, mengetahui bakat, mengenal karakter diri, pilih jurusan sekolah, pilih karier pekerjaan, tanda tangan, mengetahui kekuatan dan kelemahan diri, homeschooling,home education,sekolah di rumah,unschooling
Continue Reading…
Rabu, 23 September 2015
Kamis, 17 September 2015

Anda Mencari Orang Yang Bisa Menjaga Rahasia? Lihatlah Tulisan Tangannya

Anda Mampu Menjaga Rahasia?


Manusia sebagai pribadi, ingin kehidupan pribadnya tidak semuanya diketahui orang lain atau ada yang di rahasiakan dari pengetahuan orang lain. Tetapi sebagai mahluk sosial, manusia saling berhubungan dan berbagi dengan orang lain, bahkan hal-hal yang dirahasiakanpun terkadang ingin diceriterakannya ke orang lain. Yang menjadi masalahnya adalah apakah orang yang kita percaya tersebut mampu menjaga rahasia atau tidak?
Dalam analisa tulisan tangan (grafologi) ada tanda-tanda tertentu pada huruf (trait) yang menunjukkan karakter orang tersebut ‘kurang bisa menjaga rahasia’. Apabila mempunyai teman atau partner atau karyawan yang tulisan tangannya mempunyai trait tersebut hendaknya tidak diberi tanggung jawab untuk menjaga rahasia atau mengetahui rahasia kita atau bekerja di bagian yang menyimpan informasi yang penting perusahaan tersebut. Terlebih – lebih bekerja yang tugasnya menjaga rahasia penting kemanan negara.
Karakter lain orang yang mempunyai trait tersebut adalah sangat ekspresif, terlalu mudah meluapkan perasaan hatinya, suka menceriterakan apa saja yang ingin dilakukannya dan yang di rencanakannya ke orang lain. Dia juga lebih sering menceriterakan dan melebih-lebihkan pengalaman pribadinya ke orang lain. Dia juga banyak bicara yang tidak perlu atau melebar dari obyek masalah.
Dalam berbicarapun tidak ada fokus yang akan di tuju, hanya bicara dan bicara tak terarah bahkan membicarakan yang tidak penting. Dia suka sekali mengungkapkan opininya tentang sesuatu walau tidak ada orang yang menanyakan hal tersebut. Karena sering melebarnya atau tidak fokusnya yang dia bicarakan, terkadang justru apa yang di tanyakan orang lain menjadi terlupakan. Kebiasaan lain orang yang seperti ini lebih suka interupsi atau memotong pembicaraan orang lain, dan sangat sulit untuk mendengarkan pembicaraan orang lain.
Apa ciri tulisan tangan (trait) orang ini? Salah satu ciri atau tanda tulisan tangan orang ini adalah ‘open circle letters’ terbukanya bulatan pada huruf-huruf bulat, misalnya terbukanya huruf pada ‘a’ dan ‘o’.

AlphaGraphologyCenter.com - Jasa Grafologi untuk mengenal karakter diri, potensi diri,kekuatan dan kelemahan,bakat,minat,kepribadian, pilih jurusan sekolah,pilih karier pekerjaan,berdasarkan analisa tulisan tangan dan analisa tanda tangan.

Open Circle Letters

Itu adalah karakter negatif dari penulis seperti tulisan di atas. Tapi banyak hal positif yang bermanfaat dari orang yang banyak bicara seperti ini. Karena dia adalah orang yang sangat ekspresif, banyak bicara tentu ini sangat diperlukan bagi dunia entertainment, pengacara, marketing, atau pendidikan dan pekerjaan yang membutuhkan orang yang mudah untuk berbicara di depan orang. Ini juga menjadi asset yang besar untuk orang yang bekerja di dunia broadcast, penyiar radio, dunia pariwisata, tour guide, perhotelan, dan bidang lain sejenisnya.

AlphaGraphologyCenter.com - Jasa Grafologi untuk mengenal karakter diri, potensi diri,kekuatan dan kelemahan,bakat,minat,kepribadian, pilih jurusan sekolah,pilih karier pekerjaan,berdasarkan analisa tulisan tangan dan analisa tanda tangan.

Tour Guide

Tentu saja kemampuan seperti ini bukan hanya karena dia mempunyai trait open circle letter tersebut saja, tapi juga terkait dengan trait-trait lainnya yang mendukungnya. Intinya orang yang mempunyai trait seperti ini kurang bisa diam dan kurang bisa menyimpan rahasia.
Bagaiana kalau dia juga mempunyai trait lain yang berkarakter mampu menjaga rahasia, apakah itu bertolak belakang? Orang yang mempunyai dua trait yang bertolak belakang ini (menyimpan rahasia dan membuka rahasia) menunjukkan orang tersebut walaupun berkeinginan untuk menjaga rahasia, tetapi tetap saja keluar omongan rahasia tersebut, alias BOCOR :).

Dengan melihat tulisan tangannya, semoga mereka sadar diri ternyata dirinya belum pantas untuk menerima tanggung jawab menjaga rahasia.

Semoga bermanfaat.

AGC - Jasa Analisa Tulisan Tangan

Continue Reading…
Kamis, 10 September 2015

Perancis, Memanfaatkan Grafologi Untuk Seleksi Karyawan

Rekruitmen dan Seleksi Di Perancis

AlphaGraphologyCenter.com - Jasa Grafologi untuk mengenal karakter diri, potensi diri,kekuatan dan kelemahan,bakat,minat,kepribadian, pilih jurusan sekolah,pilih karier pekerjaan,berdasarkan analisa tulisan tangan dan analisa tanda tangan.

Tau gak sih, Grafologi dapat dimanfaatkan dalam rekruitmen dan proses seleksi di perusahaan?
Di Perancis, sudah sekitar 50%-75% perusahaannya mengikutsertakan tes analisa tulisan tangan dalam rekruitmen dan proses seleksi karyawannya.

Berikut ulasan lengkapnya

The French continue to use handwriting analysis to assess prospective employees, bucking a worldwide trend. Why?
What would you do if you went for a job, and the HR person said one of the criteria for selection was a favourable analysis of your handwriting?
In most of the world, the use of graphology in recruitment is marginal. But in France – despite an appreciable decline of writing in recent years thanks to computers – the technique is proving remarkably resilient.
Reliable figures are hard to come by. Graphologists themselves say that between 50% and 75% of companies make some use of hand-writing analysis, even if it is only occasional.
But then they would say that, wouldn’t they?
On the other hand, many French companies that do use graphology are reluctant to speak about it openly because the practice is not seen as sufficiently “modern” or “global”.
The last independent study was in 1991, and it found that a massive 91% of public and private organisations in France were then making use of handwriting analysis. If that was the case, then 50% today does not seem so far-fetched.
So what does a company get if it submits candidates’ handwriting samples to a graphologist?
According to Catharine Bottiau, one of France’s best-known practitioners, it is delusional to imagine that graphologists actually make decisions about who gets what job.
“Normally we are consulted once the client has already drawn up a shortlist of candidates. Then the candidates will be asked to write a motivational letter, using their own handwriting.
“We will examine the letters, and offer our advice. Usually this will tend to confirm the impressions already gleaned from interviews, the CV, personality tests and so on.
“But sometimes we can draw attention to aspects of personality that have been missed, and which might prove detrimental were the person to be recruited.
“We are an extra tool, a complement.”
As for the actual process of analysis, it is a complex technique involving study of a range of parameters, including size of letters, angles, slopes, shapes, links, spaces, order, pen pressure and variance from educational norm.
“The basic principle is that the act of writing reveals personality. To study graphology is to study the energy that guides the hand, and the message which – unconsciously as well as consciously – the person wants to convey.”
Bertram Durand, who helps run an international executive search company called CNPG, spent three years training as a graphologist in New York.
“I can’t possibly describe in a single interview how we do our job. It is a highly specialised technique, based on Jungian psychology.
“And just because we cannot measure its success rate using mathematics or statistics – that doesn’t mean it is not a valid tool. In all our client studies, there is an extremely high satisfaction coefficient. People use it because it works.”
The same argument comes from professional head-hunter Geoffroy Desvignes: “Look, I place 100 or so people every year in very senior international positions.
“If graphology didn’t work, it would quickly become obvious, and I would lose my clients. But they keep coming back.
“I have no idea how it works, but to me it is obvious: the handwriting of a marketing guy is not the same as the handwriting of a sales guy, which is not the same as the handwriting of an artist or of an accountant at Deloittes!”
If graphology is so prevalent in France, it may be down to a national proclivity for the abstract; or an instinctive rejection of US-origin “personality” tests with their multiple choice answers and claims to categorise every human inside one of a handful of “types”.
Or maybe it is the fact that the technique itself originated in France.
It was a French Catholic priest, Jean-Hipployte Michon (1806-1881), who is generally regarded as being graphology’s father. His follower Jean Crepieux-Jamin codified the disciple with his ABC of Graphology, which is still in print.
Add a smattering of Freud and several large helpings of Jung, and the modern day practice was born.
Today, roughly a thousand graphologists practise in France (most of them women), and training courses run by the three main professional bodies are well attended.
But hold on. Maybe this is the moment to inject a note of scepticism. After all, what proof is there that the study of handwriting offers any meaningful understanding of a person’s inner mind?
The answer – according to psychology professor Laurent Begue – is absolutely none at all.
“Lots of studies over the years have shown that it is all a load of rubbish, and not fit for use in any professional setting, says Begue, who works at the University of Grenoble.
“If you ask a group of graphologists to study the same piece of handwriting, they all come out with different interpretations. It’s no different from astrology or numerology.”
According to Begue, most graphologists are able to pull off the trick because they use the content of candidates’ letters – the detail about their lives, motivation and so on – to draw up a psychological profile.
He quotes an Israeli study which showed that when graphologists were shown strictly neutral texts with no relevant information about the candidate – their level of performance plummeted.
For critics, the skill of the graphologist is the skill of every other clever, intuitive “mind-reader”. They draw obvious conclusions where they can, and for the rest rely on vague-sounding generalities that cannot but contain some element of truth.
“Psychologists call it the Barnum effect, after the circus impresario who said that a good circus should contain a little of something for everyone.
“If you phrase an analysis in a clever, and above all flattering way – then most people will believe that it does indeed apply to them,” says Begue.
Practitioners scoff at the scoffers.
“There is a big psychology lobby that has it in for us,” says Durand. “Companies that produce recruitment personality tests have a big interest in undermining what we do, and they have a lot of means.”
Headhunter Geoffroy Desvignes adds: “To pretend that so-called scientific personality tests are in some way more reliable than graphology is absolute nonsense.
“Two people who are totally different can easily produce the same result in a personality test. But no two people will ever have the same handwriting.”
When Catherine Bottiau meets a sceptic she offers them a chance to have their own handwriting analysed, she says.
“They don’t stay sceptical for long.”
Berita tersebut dapat Anda akses melalui link berikut, ada video penjelasannya juga:
http://www.bbc.com/news/magazine-22198554
Semoga bermanfaat.

Keep Your Handwriting,


AGC - Jasa Grafologi





Graphology center, jasa grafologi murah, konsultan grafologi, jasa grafologi bogor, konsultan analisa tulisan tangan, mengetahui bakat, mengenal karakter diri, pilih jurusan sekolah, pilih karier pekerjaan, tanda tangan,mengetahui kekuatan dan kelemahan diri,mengenal kepribadian diri

Continue Reading…

Tulisan Tangan Cerminan Karaktermu

Your Handwriting Is Your Brain Writing

AlphaGraphologyCenter.com - Jasa Grafologi untuk mengenal karakter diri, potensi diri,kekuatan dan kelemahan,bakat,minat,kepribadian, pilih jurusan sekolah,pilih karier pekerjaan,berdasarkan analisa tulisan tangan dan analisa tanda tangan.


Wilhelm Preyer (Jerman, 1895) menulis artikel dengan judul “handwriting is actually brain writing”, Tulisan tangan adalah tulisan otak, mengapa demikian ?
Sejak masih bayi (bahkan masih dalam kandungan), kita menerima berbagai informasi dan tersimpan dalam otak kita. Dari informasi yang tersimpan tersebut, hanya sebagian kecil saja yang dapat kita ingat. Informasi yang masih dalam kesadaran kita disebut pikiran sadar dan informasi yang diluar kesadaran kita disebut pikiran bawah sadar.

Tulisan tangan adalah salah satu mediator untuk menuangkan isi pikiran bawah sadar kita. Pikiran sadar berperan dalam menentukan apa yang akan ditulis, sedangkan pikiran bawah sadar berperan mengontrol bagaimana cara menulis, yang hasilnya adalah bentuk tulisan tangan tersebut.
Pada dasarnya ketika menulis, proses yang terjadi bukan hanya berkaitan dengan pergerakan otot – otot kita semata. Di sana terjadi juga proses yang berkaitan dengan proses psikologis . Misalnya, emosi, mood, berpikir, minat, motivasi dan proses lainnya dimana kesemuanya itu terdapat pada otak dan berhubungan dengan pikiran bawah sadar kita. Ketika kita menulis, sistem saraf pusat (otak) yang mengontrol gerakan kita. Apa yang ada di otak kita, semua tertuangkan dalam tulisan kita. Coretan yang kita torehkan di kertas merupakan buah pikiran dari otak dan pikiran bawah sadar kita yang notabene merupakan manifestasi dari karakter kita. Dengan demikian tentunya kita bisa mengetahui kepribadian / karakter / sifat melalui tulisan tangan seseorang yang ilmunya biasa kita kenal dengan grafologi.
Agar lebih jelasnya lagi akan dibuat ilustrasi kegiatan yang bisa menjelaskan penjelasan diatas. Menulis adalah gerakan yang sudah otomatis. Semuanya dikendalikan oleh alam bawah sadar kita. Misalnya ketika  harus mencatat kata – kata dari dosen yang sangat cepat, maka kita akan menulisnya dengan cepat dan tanpa harus memikirkan gerakan – gerakan untuk membentuk huruf – huruf yang akan kita tulis. Gerakan – gerakan menulis ini adalah termasuk gerakan motorik halus. Tanpa kita sadari pengaruh psikologis yang kita punyai yang kita pendam di otak kita juga ikut berpengaruh ketika menulis. Proses dalam menulis menghasilkan bentuk tulisan. Sehingga hasil bentuk tulisan tangan mencerminkan isi otak (pikiran bawah sadar) kita.
Untuk itu filter diri terhadap informasi yang masuk untuk menjaga informasi yang tersimpan dalam otak bawah sadar.
GIGO – ‘Good In Good Out’, atau GIGO – ‘Garbage In Garbge Out’, pilihan ada di tangan anda.


Keep Your Handwriting

Alpha Graphology Center

http://www.AlphaGraphologyCenter.com


Graphology center, konsultan grafologi, mengetahui kepribadian, jasa analisa tulisan tangan, mengetahui bakat, mengenal karakter diri, pilih jurusan sekolah, pilih karier pekerjaan, tanda tangan, mengetahui kekuatan dan kelemahan diri, homeschooling,home education,sekolah di rumah,unschooling
Continue Reading…

Andai Waktu Bisa Di Putar Kembali, Aku Takkan Salah Pilih Jurusan Sekolah

Hati-hati Dalam Memilih Jurusan Sekolah Anak


Suatu hari ada orang tua bersama anaknya, mahasiswa fakultas hukum semester akhir salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Jakarta, datang ke rumah.

Sepasang orang tua ini sedang bingung karena anak laki-lakinya yang hampir menamatkan pendidikannya tidak mau mengerjakan tugas akhir sebagai syarat kelulusannya. Padahal jika sudah sampai batas waktu akhir yang telah di tentukan, dia terancam drop out. Mereka tidak mengetahui alasan anak laki-lakinya tersebut tiba-tiba mogok, tidak mau menamatkan kuliahnya.

Setelah panjang lebar berbicara dengan anaknya secara terpisah, akhirnya dapat ditemukan akar permasalahnnya.

“ Setiap anak memiliki ciri yang berbeda-beda, baik dari sifat, karakter, juga kekuatan dan kelemahannya. Anak Ibu memiliki kecenderungan sifat agak pendiam, tertutup, kurang suka bergaul, menyukai hal-hal yang bersifat teknis, suka berada atau bekerja sendiri dalam ruangan, kurang menyukai pekerjaan yang berhadapan dengan manusia yang mengandalkan kemampuan komunikasi, dan banyak lagi ciri lainnya. Ciri-ciri inilah yang sebenarnya bisa dijadikan petunjuk dalam mengarahkan bidang yang sesuai dengan karier anak ibu. Sayangnya selama ini tidak ada seorangpun yang bisa mengidentifikasi petunjuk-petunjuk berharga ini, tidak pendidik, tidak juga sekolah, atau orang tuanya”.

“Dari petunjuk lebih dalam, anak ibu sangat tidak menyukai bidang hukum seperti keinginan orang tuanya. Bidang yang menjadi minatnya adalah design grafis atau animasi komputer”. Kedua orang tua anak tersebut tercengang mendengar paparan tersebut.

“Jadi selama ini anak Ibu ketakutan akan profesi yang akan digelutinya kelak, karena profesi tersebut bukan keinginannya. Dia sangat tidak menyukai pekerjaan yang berhubungan dengan manusia dan melibatkan komunikasi langsung terlebih lagi dengan berdebat”.

“Oleh karena itu pada detik-detik terakhir mendekati penyelesaian kuliah, tekanan itu muncul makin hebat menghantui dirinya. Anak ibu ketakutan membayangkan dirinya berprofesi di bidang hukum dan berhadapan dengan publik. Jadi dia berfikir sebagai jalan terakhir mengambil keputusan untuk mogok dan tidak mau mengerjakan tugas akhirnya.”



Kedua orang tua anak tersebut kaget mendengarnya. Mereka baru tahu sesungguhnya potensi-potensi itu bisa diketahui sejak jauh hari, sebelum anaknya menentukan sekolah dan bidang pilihannya.

“Jadi sekarang ini kami harus bagaimana? Kami tidak ingin masalah ini menjadi berlarut-larut.”

“ Begini Pak. Jika anak Bapak dipaksa terus untuk menyelesaikan tugas akhirnya, bisa saja. Tetapi itu Bapak telah mewariskan sebuah penderitaan seumur hidup. Sementara perjalanan hidup anak Bapak masih sangat panjang. Jadi jika yang diwariskan adalah penderitaan, dia akan merasakan dalam waktu yang sangat panjang. Jalan keluar yang jauh lebih berharga, memberi kesempatan meraih sukses dalam hidupnya, sementara pada umunya sukses bisa diraih apabila dia menggeluti profesi yang dicintainya.”

Sampai akhirnya dicapai kesepakatan dengan berat hati, orang tuanya mau menerima keinginan anaknya untuk tidak melanjutkan dan menamatkan pendidikan Fakultas Hukum, melainkan pindah kuliah ke bidang animasi komputer dengan satu perjanjian dia harus menyelesaikannya dengan baik.

Sungguh memprihatinkan, sudah terbayang betapa besar biaya sosial, waktu dan finansial yang harus di tanggung keluarga tersebut. Walaupun orang tuanya cukup mampu, tetap saja akan rugi waktu dan tenaga karena harus memulai segalanya dari awal.

Isi cerita diatas kami ambil dari buku ‘Ayah Edy Punya Cerita’. Tentunya kita berharap dapat mendeteksi potensi-potensi kita sejak dini sehingga peristiwa diatas tidak terjadi pada diri kita dan anak keturunan kita.

Untuk mengetahui potensi-potensi yang kita miliki sebetulnya bisa diketahui dari tulisan tangan kita. Hasil tulisan tangan adalah refleksi dari otak bawah sadar. Dengan analisa tulisan tangan (graphology) dapat diketahui sifat, karakter, kekuatan dan kelemahannya.



AlphaGraphologyCenter.com - Jasa Grafologi untuk mengenal karakter diri, potensi diri,kekuatan dan kelemahan,bakat,minat,kepribadian, pilih jurusan sekolah,pilih karier pekerjaan,berdasarkan analisa tulisan tangan dan analisa tanda tangan.

Keep Your Handwriting

Alpha Graphology Center

http://www.AlphaGraphologyCenter.com


Graphology center, konsultan grafologi, mengetahui kepribadian, jasa analisa tulisan tangan, mengetahui bakat, mengenal karakter diri, pilih jurusan sekolah, pilih karier pekerjaan, tanda tangan, mengetahui kekuatan dan kelemahan diri, homeschooling,home education,sekolah di rumah,unschooling

Continue Reading…
Copyright © Alpha Graphology Center | Analisa Tulisan Tangan | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates